Artikel Literasi Oleh Rivan Sophana Fazri 25 Aug 2026

Steve Jobs

Steve Jobs
Steve Jobs lahir di San Francisco, California, pada 24 Februari 1955 dari pasangan Abdulfattah Jandali dan Joanne Schieble. Karena tidak mendapat restu keluarga, ia diadopsi sejak bayi oleh pasangan Paul dan Clara Jobs yang membesarkannya di Mountain View, California—kawasan yang kelak dikenal sebagai Silicon Valley. Sejak kecil, Paul Jobs menularkan kecintaan pada keahlian mekanik dan desain yang presisi kepada Steve. Menginjak masa kuliah, Jobs memilih drop out dari Reed College setelah hanya satu semester karena tidak ingin menghabiskan uang tabungan orang tuanya. Meski keluar, ia tetap mengikuti kelas kaligrafi secara ilegal di kampus tersebut. Kelas seni tulisan inilah yang kelak menginspirasi Jobs untuk menciptakan komputer pertama dengan estetika tipografi dan variasi fon yang indah.
Titik balik hidupnya dimulai pada tahun 1976 ketika ia bersama sahabat geniusnya, Steve Wozniak, mendirikan Apple Computer di garasi rumah orang tua Jobs. Di saat Wozniak fokus pada keajiban sirkuit elektronik, Jobs bertindak sebagai visioner yang memahami apa yang diinginkan pasar. Bersama-sama, mereka meluncurkan Apple II yang sukses besar dan Macintosh pada tahun 1984, komputer pertama dengan antarmuka grafis (GUGI) yang ramah pengguna. Namun, sifat Jobs yang perfeksionis, temperamental, dan keras kepala memicu perebutan kekuasaan dengan jajaran direksi. Ironisnya, pada tahun 1985, di usia 30 tahun, Jobs dipecat dari perusahaan yang ia dirikan sendiri.
Kehilangan Apple tidak membuat Jobs patah arang. Periode ini justru menjadi masa paling kreatif dalam hidupnya. Ia mendirikan NeXT, sebuah perusahaan komputer canggih, dan membeli divisi komputer grafis dari George Lucas yang kemudian ia ubah namanya menjadi Pixar Animation Studios. Di bawah asuhan Jobs, Pixar menjelma menjadi raksasa animasi dunia dan merilis Toy Story pada tahun 1995, film animasi komputer penuh pertama di dunia. Sementara itu, Apple yang ditinggalkannya justru berada di ambang kebangkrutan. Pada tahun 1997, Apple akhirnya membeli NeXT, sebuah langkah yang membawa Jobs kembali ke rumah lamanya sebagai CEO sementara.
Kembalinya Jobs menandai era kebangkitan terbesar dalam sejarah korporasi modern. Dengan moto legendaris "Think Different", ia memangkas puluhan produk gagal Apple dan fokus pada inovasi yang menggabungkan teknologi murni dengan keindahan seni. Dunia terpukau saat Apple meluncurkan iMac yang berwarna-warni, diikuti oleh iPod pada tahun 2001 yang mengubah cara manusia mendengarkan musik, serta toko musik digital iTunes. Puncaknya terjadi pada tahun 2007, saat Jobs berdiri di atas panggung mengenakan pakaian khasnya—baju turtleneck hitam dan celana jins—lalu memperkenalkan iPhone. Perangkat layar sentuh revolusioner ini mengubah ponsel menjadi komputer saku dan mendefinisikan ulang industri seluler global untuk selamanya.
Namun, di tengah puncak kejayaannya, Jobs harus berhadapan dengan musuh yang tak kasat mata. Pada tahun 2003, ia didiagnosis menderita kanker pankreas yang langka. Selama bertahun-tahun, ia berjuang melawan penyakit tersebut sambil tetap memimpin Apple dengan sisa-sisa energinya, termasuk saat meluncurkan iPad pada tahun 2010. Setelah menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Tim Cook, Steve Jobs mengembuskan napas terakhirnya di Palo Alto, California, pada 5 Oktober 2011 dalam usia 56 tahun. Dunia berduka kehilangan seorang pemikir jenius yang selalu percaya bahwa orang-orang yang cukup gila untuk berpikir mereka bisa mengubah dunia adalah orang-orang yang benar-benar melakukannya.
Berita Terbaru
Bill Gates
Bill Gates
25 Aug 2026
Alan Turing
Alan Turing
25 Aug 2026
R.A. Kartini
R.A. Kartini
25 Aug 2026